Siberbanten.id – Selama dua hari Berturut-turut hujan yang turun di Wilayah Jakarta, Tangerang dan sekitarnya pada sore dan malam hari diklaim sebagai hujan buatan.
Hal itu diungkapkan Kepala Perubahan Iklim pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Fakhri Rajab. Menurut dia, hujan tersebut hasil dari Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dalam rangka mengurangi polusi udara.
“Mungkin bapak ibu rasakan hujan tadi malam, dari sore, ini mulai jam 3 sore ada awan itu kita kejar. Makin sore meluas. Bogor jam 4 hujan meluas ke Jakarta bagian selatan sempat hujan. Kami dua kali terbang. Hampir semua wilayah Jabodetabek kita semai,” kata Fakhri di Jakarta, Senin (28/8/2023).
“Jadi beberapa lokasi memang hujan. Distribusi hujan kemarin, di Cengkareng cukup lebat. Memang konsentrasi hujan masih di selatan. Kita menyemai jam 15.00, mulai ujan 16.00. Kita terbang dr Halim, ke selatan, ke barat sampai timur Jakarta. Jam 14.00 ada bibit awan, itu yang kita kejar. 18.00 hujan meluas. 19.00 hujan reda,” tambahnya.
Pemerintah sebelumnya memang menggunakan opsi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai upaya mengurangi polusi udara di kawasan Jabodetabek.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama TNI AU dan BMKG mengungkap sudah melakukanTMC sejak Sabtu (19/8). Ini merupakan pertama kalinya pemerintah menerapkan TMC untuk mengurangi polusi udara di wilayah Jabodetabek.
Saat itu, satu sorti penerbangan penyemaian awan dilakukan selama 2 jam penebangan (14.15-16.00 WIB) dengan menaburkan 800 kg garam semai di atas ketinggian 9.000-10.000 kaki.
“19-21 Agustus, sebelum terbang kami di posko kumpul BMKG, BRIN, TNI AU, BNPB, KLHK, kami briefing di mana ada awan yang bisa disemai. Karena TMC bukan bikin hujan, tapi mempercepat proses kondensasi. Potensi awan 18-21 Agustus sangat sedikit awan yang bisa disemai. Hasilnya memang sempat hujan tanggal 19,” ungkap dia.
Fakhri mengatakan pemerintah akan terus melakukan upaya TMC untuk bisa mengurangi polusi udara.
“TMC akan kita lakukan terus. Hari ini ada potensi awan akan kita maksimalkan, tapi besok kecil potensinya. Tanggal 30 juga. Baru ada lagi tanggal 2 September. Kita coba terus,” ujarnya.


