Siberbantan.id – Telah beredar di media sosial sederet keluhan masyarakat terkait pengisian bahan bakar bensin yang dirasa ada keanehan. Peristiwa terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Merpati Raya, Sawah Lama, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Dalam keluhan tersebut, masyarakat sebagai konsumen merasa aneh lantaran setiap kali mengisi bensin di SPBU tersebut pasti tidak sesuai dengan jumlah bensin yang dibeli.
“Baru kali ini isi bensin 20 ribu tapi ga penuh padahal ga dari kosong bnget masih ada 1 bar. Biasanya di SPBU lain penuh. Salahku ga kuliatin layar indikator sih cuma liatin tangki biasanya sampe penuh ini engga. Ga lagi-lagi isi di sini,” tulis Mia Sekarwati dalam kolom ulasan Google SPBU tersebut, dikutip Kamis (2/11/2023).
Setelah dilakukan pengecekan, ternyata tidak sedikit konsumen yang merasa dirugikan. Baik di sosial media maupun di kolom ulasan Google, SPBU tersebut dipenuhi komentar-komentar negatif.
Selain itu, SPBU tersebut juga ternyata mempunyai catatan buruk. Pasalnya, pada 2018 silam, pom bensin itu pernah ditutup oleh polisi dan Kementerian Perdagangan akibat melakukan aksi curang berupa pengurangan takaran menggunakan remote jarak jauh.
Namun tak lama, SPBU kembali buka dengan mengurus perizinan baru.
Sat ditemui di lokasi, pihak manajemen SPBU dengan nomor 34-15408 tersebut, Gofur mengatakan, kecurangan itu memang terjadi, namun bukan dilakukan oleh pihak manajemen, melainkan operator.
Mengetahui itu, kata Gofur, pihak manajemen pun langsung memecat operator nakal itu.
“Sekarang sudah dipecat. Bulan ini ada 1 orang dan 3 bulan lalu ada 3 operator yang kami pecat karena melakukan kecurangan,” terang Gofur saat dikonfirmasi, Kamis (2/11/2023).
Menurut Gofur, operator tersebut sudah berbuat curang dengan cara mengisi bensin konsumen tidak dari nol.
“Misalkan ada yang ngisi mobil 50 ribu, dia ngisi dulu ke motor lain 10 ribu, gantung 40 dong ngga jalan 10. Nah dia dimasukin ke mobil nanti ngga dimulai dari nol lagi langsung diterusin ke 10 tadi. Jadi nyambung atau ngegantung gitu,” paparnya.
Gofur mengaku, pihaknya rutin mengikuti uji Tera. Bahkan dia siap diperiksa jikalau itu menyangkut takaran.
Sementara terkait kasus 2018 lalu itu, lanjut Gofur, dirinya tidak mengetahui lantaran dia masuk dalam manajemen baru yang menjabat sekitar 3 tahun lalu.
“Saya liat dalam 1 tahun ini memang rating kita parah ya. Kondisi pom bensin juga ya bisa di lihat sendiri, sepi. Ini juga sebetulnya membuat rugi kita ya sebagai perusahaan di sini,” ungkapnya.


