Rabu, Desember 24, 2025
Google search engine
BerandaBantenSering Bikin Pengendara Celaka, Bekas Galian Drainase Milik Provinsi di Ciputat Tangsel...

Sering Bikin Pengendara Celaka, Bekas Galian Drainase Milik Provinsi di Ciputat Tangsel Dikeluhkan Warga

Siberbanten.id – Bekas galian proyek drainase milik Provinsi Banten di Jalan Aria Putera, tepatnya di arah Eyang Agung, Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dikeluhkan warga.

Pasalnya, bekas galian drainase tersebut dibiarkan begitu saja, hanya ditimbun dengan tanah liat ditambah batu kerikil tanpa ada pengaspalan, sehingga mengembalikan Jalan seperti semula.

Hal itu membuat pengendara yang melintas jalan tersebut sering sekali mengalami kecelakaan akibat jalan yang tidak rata, berkerikil, berdebu dan licin.

Ditambah kontur Jalan yang menanjak, dan mobilitas kendaraan yang ramai membuat pengendara kesusahan melewati jalan tersebut.

Terakhir, kecelakaan menimpa Rohman, seorang pengendara ojek yang membawa penumpang ibu-ibu membawa anaknya sehabis pulang sekolah.

Beruntung, pengendara ojek beserta penumpang tidak mengalami luka serius.

“Jatuh mas. Iya ga papa cuman lecet dikit, tapi kayaknya penumpang saya trauma, soalnya dia langsung lari. Ada luka juga kayaknya. Kasian anaknya,” kata Rohman, Kamis (2/11/2023).

Menurut warga sekitar, Ari, insiden kecelakaan di jalan tersebut hampir setiap hari terjadi. Bahkan, dalam satu hari pernah 5 kali terjadi kecelakaan.

“Banyak banget (kecelakaan), tiap hari malah. Ya gara-gara bekas galan ini, abis digali terus cuma di kasih tanah empuk terus ini kan dikasi kerikil doang, udah gitu ga rata terus debu,” papar Ari.

Sementara saat dikonfirmasi terkait proyek drainase yang dianggap semrawut itu, pihak Dinas PU Provinsi Banten melempar ke pihak kontraktor untuk menjawab awak media.

Saat dikonfirmasi terpisah, pihak kontraktor di lapangan, Reza mengaku tidak mengetahui bahwa proyeknya itu banyak memakan korban kecelakaan.

“Kita memang sedang ada galian drainase di situ. Kita di sini cuman tukang bang, jadi tidak tahu menahu setelahnya itu ada kejadian,” terang Reza melalui sambungan telpon.

Reza mengatakan, memang saat pengerjaan di Jalan masuk Eyang Agung itu cukup berat lantaran drainase harus menggunakan box.

“Karena kondisi eksisting lapangan yang berat banget. Kita waktu itu ngerjain dari jam 10 malam sampai jam 5 subuh,” ucapnya.

Terkait kondisi jalan pasca galian drainase itu, menurut Reza pihaknya akan mengembalikan jalan seperti semula, yaitu diaspal. Namun kata dia, harus menunggu tanah menjadi kering terlebih dahulu.

Sementara untuk para korban laka, pihaknya mengaku tidak bertanggung jawab atas hal itu. Reza malah melemparnya ke Dinas PU Provinsi.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments