Siberbanten.id – Bayi umumnya memiliki kulit sensitif, sehingga rentan mengalami berbagai masalah kulit. Sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang juga membuatnya mudah mengalami gangguan kesehatan.
Tidak sedikit bayi mengalami gangguan pada kulit, salah satunya kulit yang bersisik. Untuk itu, sebagai orangtua kita perlu mengetahui bagaimana ciri-ciri kulit bersisik dan cara menanggulanginya. Simak penjelasannya berikut ini.
Dalam wawancaranya bersama Doodle Exclusive Baby Care, dr. Annisa Sundani, Sp.DVE menjelaskan, mengapa kulit bisa kering.
“Kulit berlapis-lapis bayangkan kulit seperti batu bata dan semen. Batubata adalah sel, dan semen adalah perekatnya atau pelembabnya. Kering itu terjadi ketika cairan dari dalam tubuh keluarnya terlalu cepat, berarti pelindungnya itu mengalami gangguan bisa terjadi karena selnya juga pelembabnya,” jelasnya.
Dokter yang berpraktek di RS Edelweiss Bandung ini, menerangkan adapun beberapa faktor penyebab kulit bersisik ini terjadi bisa dari dalam tubuh ataupun dari luar tubuh.
Kalau dari dalam tubuh identifikasi terlebih dahulu dari pasien apakah memang ada penyakit kulit bawaan yang biasa dikenal dengan istilah dermatitis atopik. Karena dermatitis atopik bawaannya kering jadi gangguan distruktur sehingga kering.
“Jika faktor eksternal atau gangguan dari luar seperti suhu, terlalu lama diruangan berAC, kebiasaan dari anak seperti mandi dengan suhu yang terlalu panas atau lama, penggunaan skincare yang tidak tepat merupakan faktor pencetusnya. Ketika memandikan bayi menggunakan air yang suam-suam kuku atau suhu badan manusia dengan durasi 5 sampai 10 menit jangan terlalu lama,”ungkap Dokter yang berdomisili dikota Bandung ini.
Lebih lanjut, Dokter yang berpraktek spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika menuturkan basic perawatan skincare supaya kulit tidak kering dengan menggunakan skincare sejak bayi baru lahir.
“Pada prinsipnya penggunaan skincare untuk bayi atau anak adalah pada saat membersikan memilih sabun dan shampoo yang tepat. Setelah dibersihkan, berikan tambahan pelembab dari luar karena kulit pada bayi dan anak belum sama dengan dewasa. Kemudian setelah dilembabkan proteksi kulit bayi dengan menggunakan sunscreen,” katanya lagi.
Lebih lanjut, Dokter Annisa menuturkan untuk produk yang aman untuk kulit bayi diantaranya hindari terutama sabun yang busanya terlalu banyak.
Karena busa yang terlalu banyak bisa membuat iritasi sehingga membuat kulit bayi menjadi lebih kering. Kemudian untuk shampoo, pilihlah shampoo yang tidak pedih dimata dan jika memungkinkan gunakan Power of Hydrogen (PH) yang sama dengan air mata.
“Sedangkan untuk pelembab ada tiga jenis, ada yang sifatnya oklusif (menutup), humektan (menarik air), emolien (mengisi). Pelembab yang disarankan mengandung sea butter, Carmed, sun flower tetapi memang ada pelembab untuk pasien yang kulitnya kering sekali biasanya dokter yang menyarankan pelembab yang digunakan, tetapi jika tidak ada masalah bisa menggunakan pelembab yang dijual dipasaran,” tuturnya.
Disisi lain, wanita yang disapa dengan sebutan Annisa ini menjelaskan tanda untuk kulit kering ketika menggoreskan kuku kekulit lihat warnanya.
Ketika berwarna putih keabuan itu berarti kulit kering dan segera diberikan pelembab. Selain itu, kulit kering juga ditandai dengan kulit yang mudah mengelupas dan anak sering menggaruk juga mudah iritasi.
Hal ini disebabkan karena ketika pelembab kurang maka zat-zat yang mengiritasi gampang masuk munculah respon dari dalam kulit dan membuat menggaruk. Prinsip penyembuhan pertolongan pertama dari kulit kering adalah menggunakan pelembab.
Wanita bernama lengkap Annisa Sundani ini mengungkapkan makanan dan minuman berpengaruh pada kesehatan kulit manusia.
70% dari tubuh manusia kandungannya adalah air, menurut penelitian jika dibandingkan memberikan asupan 2 liter air perhari dengan yang tidak diberikan.
Tentunya dengan hal tersebut ketika dibandingkan orang yang mengkonsumsi air 2 liter perhari memiliki kulit yang bagus dan tidak kering. Berlaku juga pada anak, pastikan asupan konsumsi cairan dan nutrisi cukup. Karena memang salah satu fungsi kulit adalah menjaga keseimbangan cairan pada tubuh.
“Biasanya orang dengan kulit bersisik harus dicari terlebih dahulu apakah ada penyakit yang mendasarinya atau tidak. Karena kalau ada yang mendasari anak harus diterapi lebih lanjut. Ada berbagai macam penyakit pada anak yang ditandai dengan kulit bersisik, seperti psoriasis, Pityriasis rosea, Pityriasis vulgaris. Ketika ini terjadi harus segera dikonsultasikan,”tandasnya.
Segeralah membawa bayi atau anak ketika kondisi ketika sisik tebal pada kulit dan berwarna kemerahan karena radang sehingga tidak bisa disembuhkan dengan pelembab biasa saja yang harus ditambahkan dengan obat tambahan lainnya.
Diakhir perbincangannya, dr. Annisa Sundani, Sp.DVE berpesan jangan sepelakan kulit kering ketika bayi atau anak mengalami kulit kering langkah pertamanya dengan memberikan pelembab.
Kemudian evaluasi apakah mandinya sudah benar, lingkungan memadai. Jika ada tanda-tanda seperti kulit kemerahan, atau ada pecah-pecah pada kulitnya, ada gatal yang berlebih, lalu sisik, kulit yang menebal segera konsultasikan segera ke dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika.


