Kamis, Desember 18, 2025
Google search engine
BerandaBeritaIni Daftar Ruas Tol Fungsional Menyambut Libur Nataru

Ini Daftar Ruas Tol Fungsional Menyambut Libur Nataru

Siberbanten.id – Sekretaris Jenderal ATI, Kris Ade Sudiyono menyampaikan bahwa ruas-ruas tol yang diharapkan dapat dioperasikan fungsional selama Nataru, diantaranya adalah: ruas tol Solo-Jogja, Seksi Kartasuro-Purwomatani untuk segmen Klaten-Prambanan; ruas tol ProbolinggoBanyuwangi Tahap 1 Probolinggo-Besuki untuk segmen Gending-Kraksaan; ruas tol Jakarta Cikampek II Selatan untuk segmen Sadang-Kutanegara; ruas tol Pekanbaru-Padang untuk segmen Padang-Sicincin; ruas tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi Prapat untuk segmen Kuala Tanjung-IC Indrapura, ruas tol Binjai-Langsa Seksi 3 untuk segmen Tanjung Pura-Pangkalan Brandan; dan ruas tol Sigli-Banda Aceh Seksi 1 untuk segmen Padang Tiji-Seulimeum.

Menurut Kris, ruas-ruas fungsional tersebut kondisinya belum cukup sempurna dan ideal dalam hal kelengkapan perambuan, marka, penerangan jalan, maupun konektivitas jalan akses dengan jalan nasional maupun jalan daerah.

Untuk itu, diminta masyarakat benar-benar berhati-hati selama menggunakannya, mematuhi dan mengikuti arahan petugas lapangan.

Dalam hal kesiapan infrastruktur, sarana dan prasana, serta petugas layanan yang menjadi domain utama operator tol, Kris memastikan bahwa semua BUJT anggota ATI di seluruh Indonesia telah mempersiapkannya dengan baik.

“Monitoring kondisi lalulintas di jalan tol secara real time dapat diakses langsung di berbagai platform aplikasi yang disediakan para operator jalan tol maupun Kementrian PU, yang akan terhubung ke berbagai kamera lapangan. Di rest area telah dilakukan penataan jalur lintasan, parking capacity report, himbauan berbagi dengan pengaturan waktu beristirahat, penyiapan paket makanan siap saji dan siap santap yang memungkinkan take away, dan lain-lain. Jika kondisi tempat istirahat jalan tol padat,” jelasnya.

Kris meminta, tidak memaksakan beristirahat di bahu jalan, dan menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan kantor layanan gerbang tol, tempat layanan publik, kantor instansi pemerintah, dan lain-lain, di luar jalan tol sebagai tempat istirahat sementara.

“Kepadatan dan kemacetan, biasanya terjadi justru di beberapa persimpangan dan penyempitan jalan nasional dan jalan daerah, yang berdampak ke kepadatan di jalan akses dan gerbang tol yang terkoneksi ke jalan nasional / jalan daerah tersebut. Untuk itu, partisipasi Pemerintah Daerah dan kewilayahan sangat diperlukan untuk kelancaran lalulintas ini,” ucapnya.

Hal yang sama dalam kesiagaan mengantisipasi kondisi cuaca.

“Mengingat penanganan arus lalulintas Nataru biasanya disertai dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, kesiapan team Pemda, BNPB dan BNPD, serta semua pemangku-kepentingan lainnya di daerah sangat diperlukan,” lanjutnya.

Hal ini untuk menjamin kesiapan, kemantapan, dan kelancaran jalan
daerah, mengingat tujuan akhir para pengguna jalan tol adalah tempat-tempat yang terkoneksi oleh jalan daerah.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments