Siberbanten.id – Euforia menyambut pergantian tahun menuju 2026 terasa hampir di seluruh penjuru Indonesia.
Libur panjang, arus perjalanan wisata, hingga pesta malam tahun baru membuat mobilitas masyarakat melonjak tajam dalam waktu singkat.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, ancaman kehilangan barang berharga juga ikut meningkat.
Dompet, ponsel, kendaraan, hingga hewan peliharaan kerap hilang di tengah padatnya aktivitas masyarakat saat momen liburan.
Menjawab persoalan itu, Aplikasi Bantu Cari hadir sebagai solusi digital inovatif karya anak bangsa.
Platform ini dirancang khusus untuk membantu masyarakat menemukan barang hilang, mulai dari barang pribadi, kendaraan, hewan peliharaan, hingga orang hilang dengan sistem yang lebih cepat, rapi, dan terorganisir.
CEO Bantu Cari, Muhammad Arbani, mengungkapkan bahwa aplikasi ini lahir dari kebutuhan nyata di tengah masyarakat.
Menurutnya, setiap momen libur panjang, khususnya pergantian tahun, selalu dibarengi lonjakan kasus kehilangan.
“Momentum tahun baru sering kali dibarengi risiko kehilangan barang. Bantu Cari hadir sebagai solusi digital yang mudah diakses masyarakat. Aplikasi ini sepenuhnya karya anak bangsa dan dikembangkan berdasarkan kondisi di lapangan,” ujar Arbani.
Tak sekadar menjadi aplikasi pelaporan kehilangan, Bantu Cari menargetkan diri sebagai marketplace jasa pencarian pertama di Indonesia yang akan resmi meluncur pada 2026.
Platform ini diklaim siap menjadi pionir di sektor jasa pencarian barang hilang berbasis digital.
Arbani optimistis Bantu Cari mampu mengambil peran strategis di ekosistem lost and found nasional.
“Saat ini Bantu Cari menjadi yang pertama di market jasa pencarian barang hilang. Di 2026, kami optimistis bisa menjadi pelopor sekaligus top player,” tegasnya.
Bantu Cari sendiri digagas oleh tiga inisiator, yakni Agus Ilhamsyahputra, Muhammad Arbani, dan Hendry Fajarnegara.
Ketiganya meyakini bahwa pendekatan teknologi berbasis komunitas dapat menjadi solusi efektif atas persoalan kehilangan yang selama ini dihadapi masyarakat.
Menariknya, aplikasi ini mengusung konsep gamifikasi, di mana pengguna tidak hanya melapor atau mencari barang hilang, tetapi juga dapat ikut membantu sesama.
Konsep ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat gotong royong digital di tengah masyarakat.
Ke depan, Bantu Cari juga berencana memperluas kolaborasi lintas sektor dengan berbagai pihak strategis, mulai dari kepolisian, rumah sakit, shelter hewan, hingga komunitas relawan.
Sinergi ini ditujukan untuk mempercepat proses pencarian dan meningkatkan tingkat keberhasilan penemuan.
Dengan pendekatan digital terintegrasi, berbasis komunitas, serta didukung teknologi modern, Aplikasi Bantu Caridiyakini menjadi solusi relevan bagi masyarakat Indonesia dalam menghadapi risiko kehilangan di era digital, khususnya di momen krusial seperti libur panjang dan pergantian tahun.


