Kamis, Januari 8, 2026
Google search engine
BerandaBeritaKehilangan Kucing Jadi Titik Balik, Arbani Siap Luncurkan Aplikasi “Bantu Cari” Awal...

Kehilangan Kucing Jadi Titik Balik, Arbani Siap Luncurkan Aplikasi “Bantu Cari” Awal 2026

Siberbanten.id – Kehilangan barang berharga bukan sekadar soal materi, melainkan juga tentang kenangan yang melekat di dalamnya.

Perasaan itulah yang mendorong Muhammad Arbani untuk menghadirkan sebuah solusi digital bernama Aplikasi Bantu Cari, yang dijadwalkan resmi meluncur pada awal tahun 2026.

Aplikasi ini dirancang sebagai wadah pencarian barang, hewan, hingga orang hilang, dengan mengandalkan kekuatan komunitas dan konektivitas digital.

Berawal dari Kisah Kehilangan Kucing Kesayangan

Arbani, pria kelahiran 13 Oktober 1996, mengungkapkan bahwa ide pembuatan Bantu Cari lahir dari pengalaman pribadinya kehilangan kucing kesayangan yang telah lama ia rawat.

“Kehilangan itu rasanya sangat tidak menyenangkan. Dari situ saya berpikir, pasti banyak orang lain yang mengalami hal serupa dan membutuhkan bantuan,” ujar Arbani.

Menurutnya, mencari hewan atau barang yang hilang di kota besar bukanlah perkara mudah.

Dibutuhkan jejaring yang luas, kolaborasi antarwarga, serta insentif yang mampu mendorong partisipasi publik.

“Bantu Cari mencoba memadukan konektivitas, semangat gotong royong, dan insentif ekonomi dalam satu platform pencarian,” jelasnya.

Tanpa Latar Belakang Teknologi, Tapi Punya Niat Membantu

Menariknya, Arbani mengaku tidak memiliki latar belakang teknologi maupun pengalaman di dunia start up.

Ia berasal dari bidang hukum dan menyelesaikan pendidikan Master of Laws di Leeds Beckett University, Inggris, pada 2023.

“Kendati bukan dari dunia teknologi, niat saya sederhana, yaitu membantu masyarakat agar lebih mudah menemukan kembali barang atau makhluk kesayangannya yang hilang,” tuturnya.

Lost and Found Digital Pertama yang Mempertemukan Pencari dan Penemu

Bantu Cari diklaim sebagai aplikasi lost and found pertama di Indonesia yang mempertemukan pencari dan penemu secara langsung dalam satu ekosistem digital.

Berbeda dari sistem pelaporan kehilangan konvensional, aplikasi ini memungkinkan interaksi dua arah.

Bahkan, pencari dapat memberikan imbalan sebagai bentuk apresiasi kepada pihak yang membantu menemukan.

“Di Bantu Cari, pencari dan penemu tidak dipisahkan. Mereka berinteraksi langsung dalam satu platform,” kata Arbani.

Mengusung Gamifikasi dan Kolaborasi Lintas Sektor

Tak hanya sebatas aplikasi pencarian, Bantu Cari juga mengusung konsep gamifikasi untuk meningkatkan keterlibatan pengguna sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong di era digital.

Ke depannya, Arbani menargetkan kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, mulai dari kepolisian, rumah sakit, shelter hewan, hingga komunitas relawan.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat proses pencarian dan meningkatkan peluang keberhasilan penemuan.

Dengan pendekatan berbasis komunitas, teknologi modern, serta ekosistem digital yang terintegrasi, Aplikasi Bantu Cari diproyeksikan menjadi solusi inovatif bagi masyarakat Indonesia dalam menghadapi berbagai kasus kehilangan.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments