Siberbanten.id – Masyarakat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diminta tidak lengah terhadap potensi penyebaran Influenza A (H3N2) subclade K yang belakangan dikenal dengan sebutan super flu.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, menegaskan hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya laporan kasus super flu di wilayah Tangsel.
“Sejauh ini kami belum menerima laporan terkait kasus tersebut di Tangsel,” ujar Allin dalam keterangannya dikutip Rabu (14/1/2026).
Meski begitu, Dinkes Tangsel tidak tinggal diam. Upaya deteksi dini sudah dilakukan sejak awal 2025 melalui Puskesmas Serpong 1 yang ditunjuk sebagai pusat layanan Influenza Like Illness (ILI) oleh Kementerian Kesehatan.
Setiap pasien dengan gejala mencurigakan langsung menjalani pemeriksaan lanjutan dan sampelnya dikirim ke laboratorium Kemenkes untuk memastikan jenis virus yang menyerang.
“Semua kasus terduga selalu kami periksa dan hasilnya kami terima langsung dari Kemenkes,” jelasnya.
Gejala Mirip Flu Biasa
Menurut Allin, gejala super flu tidak jauh berbeda dengan flu pada umumnya, seperti demam, nyeri tenggorokan, pilek, dan tubuh terasa lemas.
Berdasarkan rujukan dari WHO dan Kemenkes, virus ini juga tidak menunjukkan tingkat keparahan seperti Covid-19 dan tidak menyebabkan lonjakan angka kematian.
“Gejalanya relatif ringan dan tidak separah Covid-19,” ungkapnya.
Antisipasi Diperketat
Walaupun belum ditemukan kasus, Pemerintah Kota Tangsel tetap memperkuat langkah antisipasi agar tidak terjadi lonjakan kasus seperti saat pandemi Covid-19.
Warga juga terus diimbau untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti rutin mencuci tangan, menjaga daya tahan tubuh, serta menggunakan masker saat sakit.
“Selain edukasi dan sosialisasi, fasilitas kesehatan juga kami siapkan untuk mengantisipasi jika terjadi peningkatan kasus,” tutup Allin.


