Selasa, Maret 3, 2026
Google search engine
BerandaBeritaKomdigi dan Indosat Hadirkan Aplikasi AI “Si Paling Indonesia” untuk Pelajar hingga...

Komdigi dan Indosat Hadirkan Aplikasi AI “Si Paling Indonesia” untuk Pelajar hingga Pelaku Usaha

Siberbanten.id – Indonesia memasuki babak baru transformasi digital.

Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia(Komdigi) bersama Indosat Ooredoo Hutchison resmi memperkenalkan Sahabat-AI, platform kecerdasan buatan berbasis aplikasi yang dirancang khusus untuk kebutuhan masyarakat Indonesia.

Peluncuran ini bukan sekadar menghadirkan teknologi baru.

Sahabat-AI disebut sebagai langkah strategis menuju ekosistem AI nasional yang berdaulat, inklusif, dan berakar kuat pada bahasa serta budaya lokal.

Platform ini terbuka untuk semua kalangan mulai dari pelajar, kreator konten, pelaku UMKM, profesional, hingga institusi publik.

Sahabat-AI diposisikan sebagai “teman digital” yang memahami cara masyarakat Indonesia berkomunikasi dan beraktivitas.

Turun di Android dan iOS, AI Jadi Makin Mudah Diakses

Kini tersedia dalam bentuk aplikasi Android dan iOS, Sahabat-AI hadir dengan antarmuka ramah pengguna.

Kehadirannya dinilai mampu menekan hambatan adopsi AI di Tanah Air.

Platform ini dibekali kemampuan multi-model dan multi-modal, memungkinkan pengguna berpindah dari teks ke gambar, teks ke video, melakukan pencarian cerdas, bantuan coding, hingga analisis mendalam dalam satu sistem terpadu.

Integrasi tersebut membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk memanfaatkan AI secara praktis dan relevan dalam aktivitas sehari-hari.

“Si Paling Indonesia”, AI yang Mengakar pada Bahasa dan Budaya Lokal

Sahabat-AI dikembangkan dengan pendekatan lokal yang kuat.

Platform ini dirancang memahami konteks bahasa daerah, budaya, serta nilai sosial Indonesia, sekaligus diperkuat teknologi kelas dunia.

Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, menegaskan bahwa kehadiran Sahabat-AI menjadi simbol arah strategis Indonesia dalam membangun kemandirian AI nasional.

“Sahabat-AI merupakan langkah penting dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Ini adalah wujud komitmen kami agar tidak ada yang tertinggal dalam transformasi digital. Teknologi harus membuka akses bagi siapa pun, tanpa terhalang bahasa maupun budaya,” ujar Meutya.

Ia menambahkan bahwa Indonesia membutuhkan AI yang dibangun dengan bahasa, nilai budaya, dan kepentingan nasional sendiri.

Kolaborasi Nasional dan AI yang Bertanggung Jawab

Sahabat-AI lahir dari kolaborasi lintas sektor dalam ekosistem digital nasional.

Platform ini diharapkan menjadi fondasi inovasi terbuka yang bisa dimanfaatkan oleh individu, startup, hingga institusi pemerintahan.

Untuk menjaga keamanan dan etika penggunaan, Sahabat-AI dilengkapi sistem pengamanan berlapis (guardrails) yang selaras dengan norma sosial dan budaya Indonesia.

Mekanisme ini dirancang untuk mencegah penyebaran konten negatif sekaligus menjaga ruang digital tetap sehat.

President Director dan CEO Indosat, Vikram Sinha, menegaskan bahwa platform ini dihadirkan untuk kepentingan bangsa.

“Sahabat-AI kami hadirkan bukan untuk Indosat, tetapi untuk Indonesia. Teknologi harus membawa manfaat bagi semua orang. Dengan akses yang terbuka dan mudah, kami ingin memastikan inovasi ini bisa dimanfaatkan secara luas,” kata Vikram.

Dorong AI Jadi Penggerak Prioritas Nasional

Dengan fondasi lokal yang kuat dan dukungan teknologi global, Sahabat-AI diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam peta persaingan AI dunia.

Lebih dari itu, platform ini diproyeksikan menjadi alat pemberdayaan masyarakat sekaligus pendorong prioritas pembangunan nasional berbasis teknologi.

Kehadiran Sahabat-AI menjadi sinyal bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga siap menjadi pemain aktif dalam pengembangan AI yang relevan, inklusif, dan bertanggung jawab.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments