Selasa, Februari 3, 2026
Google search engine
BerandaBeritaNyeri Perut Kanan Jangan Diabaikan! Ini Fakta Usus Buntu yang Wajib Diketahui

Nyeri Perut Kanan Jangan Diabaikan! Ini Fakta Usus Buntu yang Wajib Diketahui

Siberbanten.id – Usus buntu atau apendisitis masih menjadi salah satu kondisi darurat medis yang sering terjadi dan kerap datang tanpa peringatan.

Banyak orang mengira nyeri perut adalah hal sepele, padahal jika dibiarkan, peradangan pada usus buntu bisa berujung komplikasi serius.

Dokter Spesialis Bedah Umum RS Premier Bintaro, dr. Desak Ketut N.S. Pramegia, Sp.B, menjelaskan bahwa usus buntu adalah peradangan pada apendiks, yaitu organ kecil berbentuk kantong yang menempel pada usus besar di bagian kanan bawah perut.

Meski ukurannya kecil dan fungsinya tidak vital, peradangan pada apendiks tidak boleh dianggap remeh.

Apa Itu Usus Buntu?

Usus buntu merupakan kondisi ketika apendiks mengalami penyumbatan dan infeksi. Saat tersumbat, bakteri mudah berkembang biak dan memicu peradangan.

Jika tidak segera ditangani, apendiks dapat pecah dan menyebabkan infeksi menyebar ke rongga perut.

Penyebab Usus Buntu

Penyebab utama apendisitis adalah tersumbatnya saluran apendiks. Penyumbatan ini bisa dipicu oleh:

  • Tinja yang mengeras
  • Benda asing
  • Infeksi
  • Tumor (meski jarang)

Selain itu, produksi lendir berlebih dan pembesaran jaringan limfoid di dalam apendiks juga dapat memperbesar risiko terjadinya peradangan.

Gejala Usus Buntu yang Perlu Diwaspadai

Gejala usus buntu umumnya diawali nyeri di sekitar pusar yang kemudian berpindah ke perut kanan bawah dan semakin terasa tajam.

Beberapa keluhan lain yang sering menyertai antara lain:

  • Mual dan muntah
  • Nafsu makan menurun
  • Demam ringan hingga sedang
  • Perut terasa kembung
  • Sulit buang gas atau buang air besar

Pada anak-anak dan lansia, gejala sering kali tidak khas sehingga membutuhkan kewaspadaan ekstra.

Cara Dokter Mendiagnosis Usus Buntu

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama nyeri tekan di perut kanan bawah.

Pemeriksaan penunjang yang biasanya dilakukan meliputi:

  • Tes darah untuk melihat tanda infeksi
  • Tes urine untuk menyingkirkan gangguan lain
  • Pemeriksaan pencitraan seperti USG atau CT scan

Penanganan Usus Buntu

Penanganan utama apendisitis adalah operasi pengangkatan apendiks atau apendektomi.

Prosedur ini dapat dilakukan dengan dua metode:

  1. Apendektomi laparoskopi, menggunakan sayatan kecil dengan waktu pemulihan lebih cepat.
  2. Apendektomi terbuka, biasanya dilakukan bila apendiks sudah pecah atau infeksi telah menyebar.

Setelah operasi, pasien umumnya dirawat beberapa hari dan diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi lanjutan.

Bisakah Usus Buntu Dicegah?

Hingga kini, belum ada cara pasti untuk mencegah usus buntu. Namun, pola makan tinggi serat dari buah dan sayuran dipercaya dapat membantu menurunkan risikonya.

Kesimpulan

Usus buntu bukan sekadar sakit perut biasa. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera agar tidak menimbulkan komplikasi berbahaya.

Mengenali gejala sejak dini dan segera memeriksakan diri ke dokter menjadi kunci utama pemulihan.

Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, sebagian besar pasien dapat kembali beraktivitas normal tanpa masalah jangka panjang.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments